Minggu, 24 Desember 2017

Keanekaragaman Budaya Dan Tradisi Masyarakat Bima Dompu "Rimpu"











     Rimpu adalah gaya berbusana penutup aurat masyarakat Bima Dompu pada zaman dulu, digunakan oleh perempuan Bima Dompu ketika hendak keluar rumah. Rimpu mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah yang bernuansa islam. Rimpu merupakan bentuk nyata dari ketaatan masyarakat Bima Dompu (dou mbojo dompu) terhadap syariat islam. Para tetua dahulu menyadari bahwa berhijab (menutup aurat) merupakan kewajiban bagi setiap wanita seperti halnya diwajibkan shalat, puasa, dan zakat. Karena pada saat itu belum ada pabrik kerudung maka digunakanlah sarung tenun khas Bima Dompu yaitu tembe ngoli sebagai penutup tubuh atau aurat, yang kemudian rimpu menjelma sebagai tradisi dan budaya bagi masyarakat Bima Dompu.

Rimpu merupakan rangkaian busana yang menggunakan dua lembar (dua ndo`o) sarung tenun. Kedua sarung tersebut digunakan untuk bagian atas dan bagian bawah dengan cara melilitkannya dikepala dan hanya terlihat bagian wajah dan telapak tangan seperti menggunakan mukena. Ada dua jenis rimpu yang digunakan masyarakat Bima Dompu, bagi perempuan yang belum menikah memakai  rimpu yang hanya terlihat bagian mata dan telapak tangannya saja dan lebih dikenal dengan sebutan rimpu mpida. Sedangkan bagi perempuan yang sudah menikah atau berkeluarga boleh terlihat bagian wajahnya ketika memakai rimpu atau lebih dikenal dengan rimpu colo.


    Kesan saya untuk foto ini adalah saya sangat senang ketika saya berhasil memilih foto ini dan menggunakannya sebagai  latar untuk postingan saya, karena menurut saya memilih satu foto dari sekian banyaknya foto yang ambil itu sangat susah dan melelahkan. Saya juga merasa puas karena hasilnya pun menurut saya cukup bagus. Apalagi ketika dosen mengatakan foto yang saya ambil ini lumayan bagus, disitu saya merasa sangat senang dan mengatakan pada diri saya “kerja bagus”. Walaupun mungkin banyak yang menganggap foto ini biasa saja, tapi saya sudah sangat puas dengan hasil kerja dan usaha saya sendiri.


Foto ini diambil ketika saya, ibu, dan teman-teman kos saya sedang duduk santai di teras depan kamar kos. Waktu itu saya teringat bahwa saya diberi tugas oleh bapak dosen untuk mengambil foto tradisi dari berbagai daerah (Lombok, Bima, Dompu, dan lain-lain), kemudian saya meminta bantuan kepada ibu dan teman kos saya untuk menjadi model. Sebenarnya ibu pemilik kos-kosanlah yang seharusnya saya ambil gambarnya, karena ibu kos lumayan sering menggunakan rimpu ketika mengunjungin dan berkumpul bersama kami. Akan tetapi, karena ibu kos sedang keluar daerah ketika bapak dosen memberi tugas ini, jadi saya meminta bantuan mereka mengantikan ibu kos sebagai model untuk tugas saya. Begitulah cerita singkat dari foto yang saya ambil.

15 komentar:

  1. wahh..unik skali ya, klau di lombok psti dibilang kyaq ninja2 gitu,,tpi itu mrupakan tradisi, dan dk ada yg salah dgn tradis..bgus..lnjutkan tulisannya!!

    BalasHapus
  2. Sungguh budaya yang luar biasa Daboo 😂

    BalasHapus
  3. postingan nya sngat membantu mbak trias..sngt bermanfaat

    BalasHapus
  4. Wah luar biasa yah budaya rimpu ini. Seperti ini nih budaya yang harus di lestarikan. Dimana terdapat sangat banyak nilai positif di baliknya :).

    BalasHapus
  5. Budaya ini harus slalu kita lestarikan . Jangan pernah kita lupakan kebudayaan kita 😊

    BalasHapus
  6. Kalau sekarang masih enggak dipakai nggak? 😊

    BalasHapus
  7. Ralat, heheh rimpu ini msih dilestarikan apa tidak dikhidpn shari hari?

    BalasHapus
  8. Wah luar biasa. ini menjadi bukti bahawa masyarakat bima taat beragama denganwnutupi seluruh aurat mereka dengan kain ngholi dan rimpu orng yg sdh menikah dgn org yg blm menikah berbeda pula. Luar biasa, saya menginginkan kita sebagai generasi muda mempertahankannya.

    BalasHapus
  9. Sangat unik sekali tradisi pada suku Bima .baru kali ini saya tahu ternyata rimpu itu sejenis sarung yg digunakan sebagai jilbab.tapi pada masa sekarang ini apakah tradisi itu masih di pakai sampai sekarang apalagi yg kita ketahui pada zaman sekarang ini model jilbab sangat banyak dan apakah masyarakat Bima masih menggunakan rimpu

    BalasHapus
  10. Artikel yg menambah wawasan..
    trus di kembangkan mbak....
    dan upayahkan untuk terus melestarikannya

    BalasHapus
  11. Kebudayaan rimpu harus dilestarikan. Karena setiap budaya memiliki nilai yang baik.

    BalasHapus
  12. Kebudayaan rimpu harus dilestarikan. Karena setiap budaya memiliki nilai yang baik.

    BalasHapus
  13. infonya mantep namun yang sy ingin tanyakan kenapa ada perbedaan antara rimpu yang dipakai oleh orang yang sudah menikah dengan belum menikah?

    BalasHapus
  14. unik budayanya... Lestarikan!

    BalasHapus